Update: Kamis, 30 April 2026

ATIC

PT. Anabatic Technologies Tbk.

Rp 545
0.00%
Volume
356 lot
MA 5
532
MA 20
536
RSI
51.72
High
555
Low
520
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.67%
Support (10d)
505
Resistance (10d)
570
Volume Trend (10d)
+3.1%
Score
40
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
2.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -59 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ATIC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp505, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp570.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 505, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang namanya mungkin terdengar "keren" dan memang dirancang untuk mengukur "kekaguman" pasar terhadap suatu pergerakan harga. Indikator itu adalah Awesome Oscillator (AO). Awesome Oscillator dikembangkan oleh Bill Williams, trader legendaris yang juga menciptakan Alligator, Fractals, dan Market Facilitation Index. AO adalah bagian dari sistem trading Bill Williams yang dikenal sebagai "Profitunity Trading System". AO mengukur momentum pasar dengan membandingkan moving average harga jangka pendek dan jangka panjang, tetapi dengan pendekatan yang unik. Indikator ini menghasilkan histogram batangan (bar) yang bergerak di atas dan di bawah garis nol (zero line), dengan warna yang berubah untuk menunjukkan perubahan momentum. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Awesome Oscillator (AO), mulai dari cara perhitungan, interpretasi dasar (zero line crossing), dua...

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola candlestick dua hari yang terlihat seperti "kebangkitan" adalah sinyal pembalikan. Salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula adalah Thrusting Pattern. Banyak trader melihat lilin kedua yang bergerak melawan arah tren dan langsung menganggap itu sebagai sinyal pembalikan. Padahal, Thrusting Pattern justru sering kali merupakan sinyal kelanjutan tren (continuation pattern) , bukan pembalikan. Kesalahan interpretasi ini bisa berakibat fatal pada hasil trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi Thrusting Pattern (bullish dan bearish), karakteristiknya, mengapa pola ini justru menunjukkan kelanjutan tren, serta cara membedakannya dengan pola pembalikan seperti Piercing Line dan On-Neck Line. Apa Itu Thrusting Pattern? Thrusting Pattern adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin. Secara visual, pola ini sangat...

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  2. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  3. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  4. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  5. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  8. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  9. Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga
  10. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

TradingView Chart - ATIC