Update: Kamis, 30 April 2026

AYAM

PT. Janu Putra Sejahtera Tbk.

Rp 340
+0.59%
Volume
422.851 lot
MA 5
340
MA 20
338
RSI
50.00
High
340
Low
320
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.02%
Support (10d)
316
Resistance (10d)
360
Volume Trend (10d)
-34.2%
Score
100
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
13.33 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8.784 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AYAM saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp316, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp360.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 340 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 391 - 425 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 323 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Bollinger Bands (berbasis standar deviasi) dan Keltner Channel (berbasis ATR), kini saatnya mengenal channel yang paling sederhana namun sangat powerful untuk menangkap breakout: Donchian Channel. Donchian Channel dikembangkan oleh Richard Donchian, seorang trader legendaris yang dianggap sebagai "Bapak Trend Following". Donchian Channel adalah salah satu indikator tertua dalam analisis teknikal, digunakan sejak tahun 1940-an. Indikator ini menjadi fondasi dari banyak sistem trading trend following terkenal, termasuk sistem "Turtle Trading" yang legendaris. Keunikan Donchian Channel adalah ia tidak menghitung rata-rata atau deviasi – ia hanya mencatat harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu. Hasilnya adalah channel yang sangat responsif terhadap pergerakan harga, namun tetap memberikan level support/resistance yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Donchian Channel, mulai...

Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

Dalam dunia trading saham, banyak trader terjebak dalam pola candlestick yang rumit, indikator yang berantakan, dan sinyal yang saling bertentangan. Padahal, seringkali pola yang paling sederhana justru paling efektif. Salah satunya adalah Hook Reversal. Hook Reversal adalah pola pembalikan arah yang sangat mudah dikenali, terjadi dalam rentang dua candlestick, dan dapat diaplikasikan di berbagai timeframe. Meskipun sederhana, pola ini mampu mendeteksi perubahan sentimen pasar secara cepat dan akurat. Jika Anda sering kehilangan momen pembalikan karena terlalu banyak informasi, Hook Reversal adalah jawabannya. Apa Itu Hook Reversal? Hook Reversal adalah pola dua candle yang menandakan potensi pembalikan tren jangka pendek. Pola ini ditemukan oleh Joe Ross, seorang trader legendaris yang dikenal dengan pendekatan trading berbasis price action. Nama "hook" (kait) diambil dari bentuk visualnya: candle...

Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

Dalam artikel sebelumnya, kita telah membahas Fibonacci Retracement yang digunakan untuk mencari level pullback (koreksi) dalam sebuah tren. Namun, setelah harga menyelesaikan koreksi dan melanjutkan tren, pertanyaan selanjutnya muncul: Sampai di mana harga akan bergerak? Inilah saatnya Fibonacci Extension berperan. Jika retracement membantu Anda menjawab "di mana saya harus membeli?", maka extension membantu menjawab "di mana saya harus menjual?". Fibonacci Extension digunakan untuk memproyeksikan seberapa jauh harga akan bergerak setelah menembus titik tertinggi (dalam uptrend) atau titik terendah (dalam downtrend) sebelumnya. Level-level kuncinya adalah 127.2%, 161.8%, dan 261.8% – angka-angka yang mewakili rasio emas dan kelipatannya. Apa Itu Fibonacci Extension? Fibonacci Extension adalah alat untuk memprediksi target harga di luar swing terakhir. Ia memproyeksikan sejauh mana pergerakan harga berikutnya berdasarkan panjang pergerakan sebelumnya. Perbedaan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  2. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  3. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  4. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  5. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  6. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  7. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  8. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  9. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  10. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

TradingView Chart - AYAM