Update: Kamis, 30 April 2026

BELL

PT. Trisula Textile Industries Tbk.

Rp 147
-6.96%
Volume
424.860 lot
MA 5
150
MA 20
158
RSI
47.37
High
161
Low
141
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.60%
Support (10d)
141
Resistance (10d)
180
Volume Trend (10d)
-61.6%
Score
10
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
13.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -15.227 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BELL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp141, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 134 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola didasarkan pada bentuk visual dan psikologi pasar. Namun, ada sebuah keluarga pola yang berbeda: pola Harmonic. Di antara pola harmonic yang paling terkenal dan menjadi dasar bagi pola-pola lainnya adalah pola Gartley. Pola Gartley pertama kali diperkenalkan oleh H.M. Gartley dalam bukunya "Profits in the Stock Market" pada tahun 1935. Pola ini menggunakan rasio Fibonacci untuk mengidentifikasi titik-titik pembalikan harga dengan presisi tinggi. Pola Gartley dianggap sebagai "induk" dari pola harmonic lainnya seperti Butterfly, Bat, dan Crab. Pola ini cukup kompleks dibandingkan pola candlestick biasa, tetapi ketika dipahami dan diterapkan dengan benar, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat akurat dengan titik entry, stop loss, dan target yang jelas. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola...

Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka

Dalam dunia analisis teknikal, harmonic pattern telah menjadi salah satu metode favorit bagi trader yang ingin mengidentifikasi titik balik pasar dengan tingkat presisi tinggi. Scott Carney, tokoh di balik popularisasi harmonic trading modern, telah memperkenalkan berbagai pola seperti Bat, Crab, Butterfly, dan Shark. Namun, ada satu pola yang jarang dibahas namun memiliki karakteristik unik: Lizard. Pola ini dinamakan demikian karena bentuknya yang menyerupai kadal (lizard) yang merayap di tanah sebelum melompat — menggambarkan pergerakan harga yang konsolidasi sebelum akhirnya berbalik arah. Karakteristik Pola Lizard Lizard adalah pola harmonic yang termasuk dalam keluarga pola reversal (pembalikan). Berbeda dengan pola harmonic lain yang menggunakan lima titik (XABCD), Lizard memiliki struktur yang lebih sederhana namun tetap berlandaskan rasio Fibonacci yang presisi. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai berikut: Struktur...

Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

Dalam analisis teknikal, sebagian besar pola grafik (chart pattern) berbentuk simetris atau konvergen — artinya, kedua garis trennya saling mendekat. Namun, ada satu keluarga pola yang justru melebar seiring waktu, yang disebut broadening pattern. Salah satu varian yang paling menarik adalah Falling Broadening Wedge (baji melebar yang mengarah ke bawah). Pola ini unik karena menggabungkan karakteristik volatilitas yang meningkat dengan kecenderungan arah ke bawah, dan pada akhirnya memberikan sinyal pembalikan bullish yang cukup andal. Karakteristik Falling Broadening Wedge Falling Broadening Wedge adalah pola grafik yang terbentuk ketika harga bergerak dalam dua garis tren yang divergen (melebar) namun memiliki kemiringan yang sama-sama mengarah ke bawah. Dengan kata lain, harga membuat higher high dan lower low secara bersamaan, tetapi kedua titik ekstrem tersebut semakin menjauh, sementara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  2. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  3. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  4. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  5. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  6. Keltner Channel: Pita yang Mengikuti Volatilitas dengan Lebih Halus
  7. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  8. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  9. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  10. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

TradingView Chart - BELL