Update: Kamis, 30 April 2026

BNLI

PT. Bank Permata Tbk.

Rp 3.000
-3.23%
Volume
441 lot
MA 5
3.182
MA 20
3.202
RSI
29.79
High
3.150
Low
2.890
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.42%
Support (10d)
2.890
Resistance (10d)
3.430
Volume Trend (10d)
+1.8%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-4.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 13 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BNLI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.890, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.430.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 3.060 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 3.300 - 3.450 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.790 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar

Di antara berbagai jenis chart yang digunakan dalam analisis teknikal, sebagian besar berfokus pada harga dan waktu. Namun, ada beberapa chart "kuno" dari Jepang yang memiliki pendekatan sangat berbeda. Salah satunya adalah Kagi Chart. Berasal dari Jepang pada era perdagangan beras di abad ke-19, Kagi Chart (kadang disebut "hook chart") adalah saudara dari Renko Chart dan Point & Figure Chart. Namun, Kagi memiliki keunikan tersendiri: ia menggunakan ketebalan garis untuk menyampaikan informasi tentang sentimen pasar. Nama "Kagi" sendiri berarti "kunci" atau "hook" dalam bahasa Jepang, merujuk pada bentuk garis yang berbelok seperti kait. Apa Itu Kagi Chart? Kagi Chart adalah jenis chart yang mengabaikan waktu sepenuhnya dan hanya merekam pergerakan harga yang signifikan. Hasilnya adalah serangkaian garis vertikal yang berbelok (seperti kait) ketika harga...

Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang

Dalam analisa teknikal saham, Spinning Top adalah representasi sempurna dari keseimbangan kekuatan atau indecision. Memahami pola ini sama pentingnya dengan memahami pola reversal, karena Spinning Top sering menjadi "penanda" bahwa perubahan besar akan segera terjadi. Apa Itu Spinning Top? Secara visual, Spinning Top memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Karakteristik Deskripsi Tubuh (real body) Kecil (baik hijau maupun merah) Sumbu atas (upper shadow) Panjang (minimal 2x panjang tubuh) Sumbu bawah (lower shadow) Panjang (minimal 2x panjang tubuh) Bentuk keseluruhan Simetris, seperti gasing yang berputar Nama lain: Spinning Top juga dikenal sebagai "High Wave" jika sumbu sangat panjang, atau "Neutral Doji" jika tubuh hampir tidak ada. Perbedaan utama dengan Doji: Doji: Tubuh hampir tidak ada (open ≈ close). Spinning Top: Tubuh kecil tapi jelas ada (open dan...

Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

Dalam analisis teknikal, banyak indikator yang hanya berfokus pada harga, mengabaikan volume sebagai komponen penting. Padahal, volume adalah "bahan bakar" di balik pergerakan harga. Sebuah pergerakan naik tanpa volume yang cukup mungkin hanya ilusi, sementara pergerakan naik dengan volume besar adalah sinyal kekuatan sejati. Di sinilah Force Index berperan. Dikembangkan oleh Dr. Alexander Elder (sosok yang sama di balik Elder Ray Index), Force Index adalah indikator yang menggabungkan tiga elemen penting: arah pergerakan harga, jarak pergerakan, dan volume. Dengan menggabungkan ketiganya, Force Index memberikan gambaran tentang "kekuatan sejati" dari sebuah pergerakan harga. Karakteristik Force Index Force Index adalah indikator osilator yang mengukur kekuatan di balik pergerakan harga. Semakin besar perubahan harga dan semakin tinggi volume, semakin besar nilai Force Index. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  2. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  3. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  4. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  5. V-Top dan V-Bottom (Spike): Pembalikan Tajam yang Penuh Kejutan
  6. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  7. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  8. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  9. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  10. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga

TradingView Chart - BNLI