Update: Kamis, 30 April 2026

DAAZ

PT. Daaz Bara Lestari Tbk.

Rp 2.330
-1.27%
Volume
4.093 lot
MA 5
2.354
MA 20
2.459
RSI
41.67
High
2.380
Low
2.280
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.15%
Support (10d)
2.240
Resistance (10d)
2.610
Volume Trend (10d)
-8.7%
Score
10
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-13.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (41.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -377 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DAAZ saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.240, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.610.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.128 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan

Dalam analisis teknikal saham, kemampuan untuk membedakan antara koreksi sementara dan pembalikan tren adalah kunci profitabilitas jangka panjang. Salah satu pola candlestick yang membantu para trader melakukan hal ini adalah Downside Tasuki Gap. Sebagai pasangan dari Upside Tasuki Gap, pola ini adalah sinyal lanjutan (continuation) dalam tren turun, bukan sinyal pembalikan. Bagi trader yang berfokus pada posisi short selling atau ingin melindungi portofolio di pasar bearish, Downside Tasuki Gap adalah pola yang wajib dipahami. Karakteristik Pola Downside Tasuki Gap Downside Tasuki Gap adalah pola yang terbentuk dari tiga candlestick dalam konteks tren turun. Nama "Downside" merujuk pada arah tren, sedangkan "Gap" mengacu pada celah harga yang terbentuk ke arah bawah. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai berikut: Candlestick Pertama (Hari 1): Berwarna hitam (bearish), menegaskan tren...

Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar

Dalam analisis teknikal, sebagian besar indikator berfokus pada harga atau volume secara terpisah. Namun, Dr. Alexander Elder, seorang psikiater yang beralih menjadi trader profesional, mengembangkan sebuah indikator yang unik: Elder Ray Index. Indikator ini menggabungkan harga dan volume untuk mengukur kekuatan sebenarnya dari pembeli (bull) dan penjual (bear) di pasar. Dinamakan berdasarkan sinar-X (X-ray) yang dapat menembus benda padat, Elder Ray Index dirancang untuk "menembus" permukaan harga dan melihat kekuatan di balik pergerakan tersebut. Bagi trader yang ingin memahami dinamika pasar secara lebih mendalam, indikator ini adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Elder Ray Index Elder Ray Index terdiri dari dua komponen utama: Bull Power (Kekuatan Bull) dan Bear Power (Kekuatan Bear). Keduanya dihitung berdasarkan hubungan antara harga tertinggi, harga terendah, dan exponential moving...

Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian

Dalam trading saham, salah satu pertanyaan paling umum yang muncul setiap pagi adalah: Di mana level support dan resistance untuk hari ini? Ada banyak cara untuk menjawab pertanyaan ini, mulai dari garis tren, moving average, hingga indikator kompleks seperti Fibonacci retracement. Namun, ada satu metode yang paling tua, paling sederhana, tetapi masih digunakan secara luas oleh trader profesional hingga saat ini: Pivot Point. Pivot Point adalah level-level yang dihitung berdasarkan data harga hari sebelumnya (high, low, close). Level-level ini berfungsi sebagai support dan resistance potensial untuk hari berikutnya. Seiring waktu, metodologi dasar ini berkembang menjadi beberapa varian, masing-masing dengan filosofi dan karakteristik unik. Apa Itu Pivot Point? Pivot Point (PP) adalah harga rata-rata dari high, low, dan close hari sebelumnya. Dari PP ini, dihitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  2. Ease of Movement (EMV) – Mengukur Kemudahan Harga Bergerak
  3. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  4. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  5. Renko Chart (Pola Bata) – Trading Tanpa Noise Waktu
  6. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  7. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  8. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan
  9. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  10. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham

TradingView Chart - DAAZ