Update: Kamis, 30 April 2026

DATA

PT. Remala Abadi Tbk.

Rp 2.060
-3.74%
Volume
28.503 lot
MA 5
2.044
MA 20
2.139
RSI
52.74
High
2.240
Low
2.000
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.62%
Support (10d)
1.965
Resistance (10d)
2.450
Volume Trend (10d)
-76.0%
Score
40
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-40.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -167 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DATA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.965, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.450.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.965, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola konsolidasi terbentuk dengan amplitudo yang semakin mengecil (menyempit) – seperti segitiga simetris, wedge, atau flag. Namun, ada satu pola yang justru sebaliknya: amplitudonya semakin melebar. Pola itu adalah Broadening Formation, yang juga dikenal sebagai Megaphone Pattern (pola corong) karena bentuknya yang menyerupai corong atau megafon yang melebar ke kanan. Broadening Formation adalah pola yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem, perbedaan pendapat yang tajam antara pembeli dan penjual, serta volatilitas yang meningkat. Pola ini cukup jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia memberikan sinyal yang unik tentang perdebatan sengit di pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Broadening Formation (Megaphone), mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Broadening Formation...

Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, tidak semua pola dirancang untuk menangkap pembalikan harga. Beberapa pola justru dirancang untuk menegaskan bahwa tren yang sedang berlangsung akan terus berlanjut. Salah satu pola continuation paling andal dalam kondisi bearish adalah Falling Three Methods (Tiga Metode Turun). Pola ini mungkin terlihat membingungkan—mengapa setelah turun tiba-tiba naik? Namun, justru "naik" sementara inilah yang menjadi jebakan bagi trader yang tidak waspada. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Falling Three Methods, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan untuk melindungi modal dan memanfaatkan tren turun. Apa Itu Falling Three Methods? Falling Three Methods adalah pola continuation bearish (kelanjutan tren turun) yang terdiri dari lima candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola tiga candlestick...

Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda

Dalam analisis teknikal, moving average (MA) adalah salah satu alat paling dasar dan paling populer. Namun, menggunakan satu MA seringkali tidak cukup — karena MA dengan periode pendek terlalu sensitif, sementara MA dengan periode panjang terlalu lambat. Bagaimana jika Anda menggunakan banyak MA sekaligus? Itulah konsep di balik Rainbow Moving Average. Dinamakan demikian karena visualisasinya yang menyerupai pelangi — sekumpulan garis berwarna-warni yang bergerak bersama. Dengan menggunakan beberapa MA dengan periode yang berbeda (misalnya MA 5, 10, 20, 30, 40, 50, 60), Anda dapat melihat secara sekilas apakah tren sedang kuat (semua garis terpisah rapi) atau melemah (garis-garis mulai menyempit dan berpotongan). Bagi trader yang ingin membaca "ketebalan" dan "kekuatan" tren secara visual, Rainbow Moving Average adalah alat yang sederhana namun sangat informatif. Karakteristik...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  2. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  3. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  4. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  5. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  6. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  7. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  8. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  9. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  10. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka

TradingView Chart - DATA