Update: Kamis, 30 April 2026

DPUM

PT. Dua Putra Utama Makmur Tbk.

Rp 116
-4.92%
Volume
183.949 lot
MA 5
118
MA 20
124
RSI
43.48
High
126
Low
113
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.00%
Support (10d)
111
Resistance (10d)
142
Volume Trend (10d)
-17.3%
Score
25
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-18.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (43.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.037 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DPUM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp111, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp142.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 105 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick adalah salah satu alat paling populer untuk memprediksi pergerakan harga. Di antara ratusan pola yang ada, Side-by-Side White Lines tergolong unik dan jarang dibahas, padahal memiliki sinyal yang cukup kuat, terutama dalam kondisi tren naik. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu pola Side-by-Side White Lines, bagaimana cara mengidentifikasinya, serta bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading. Apa Itu Side-by-Side White Lines? Side-by-Side White Lines adalah pola tiga candlestick yang terdiri dari: Candlestick pertama: Sebuah long white candle (candle hijau/putih dengan badan panjang) yang muncul di tengah tren naik yang kuat. Candle ini menandakan adanya tekanan beli yang dominan. Candlestick kedua: Sebuah short white candle (candle putih kecil) yang terbentuk tepat di atas harga penutupan (closing price)...

The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross

Dalam analisis teknikal, Joe Ross adalah salah satu figur yang paling dihormati berkat pendekatannya yang sederhana namun efektif dalam membaca pergerakan harga. Salah satu kontribusi utamanya adalah The Hook Pattern—yang juga dikenal sebagai Ross Hook atau RH—sebuah pola reversal yang digunakan untuk mengidentifikasi titik di mana tren kemungkinan akan berakhir dan berbalik arah. Berbeda dengan pola reversal lain yang membutuhkan waktu lama untuk terbentuk, The Hook Pattern terkenal karena kesederhanaannya dan kemampuannya memberikan sinyal yang sangat awal. Pola ini merupakan bagian integral dari sistem trading Joe Ross yang lebih luas, yang juga mencakup The 1-2-3 Pattern, The 2B Pattern, dan The 1-2-3-4 Pattern. Karakteristik The Hook Pattern The Hook Pattern adalah pola reversal yang terbentuk ketika harga gagal melanjutkan tren dan kemudian "mengait" (hook)...

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  2. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  3. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  4. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  5. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  6. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  7. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  8. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  9. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  10. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

TradingView Chart - DPUM