Update: Kamis, 30 April 2026

FIRE

PT. Alfa Energi Investama Tbk.

Rp 138
-2.82%
Volume
52.946 lot
MA 5
141
MA 20
148
RSI
33.33
High
144
Low
136
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.43%
Support (10d)
136
Resistance (10d)
161
Volume Trend (10d)
-28.8%
Score
10
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-6.12 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.808 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FIRE saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.43%. Area support terdekat berada di sekitar Rp136, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp161.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 129 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga

Dalam analisis teknikal saham, ada pola-pola yang bentuknya begitu unik sehingga mudah diingat meskipun jarang muncul. Salah satunya adalah pola Diamond yang dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai berlian atau belah ketupat. Pola Diamond Top dan Diamond Bottom termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern) yang cukup langka tetapi memiliki tingkat akurasi yang tinggi ketika muncul. Bentuknya yang khas membuat pola ini relatif mudah diidentifikasi setelah terbentuk, meskipun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Diamond Top dan Diamond Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Diamond? Pola Diamond adalah pola pembalikan yang berbentuk seperti belah ketupat atau berlian. Pola ini terbentuk dari pergerakan harga yang awalnya melebar (membentuk segitiga...

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, kita sudah mengenal Double Top sebagai pola pembalikan bearish dengan dua puncak. Namun, bagaimana jika harga mencoba menembus level resistance yang sama sebanyak tiga kali dan ketiganya gagal? Pola inilah yang disebut Triple Top. Triple Top adalah versi yang lebih kuat dan lebih jarang muncul dibandingkan Double Top. Pola ini menandakan bahwa tekanan beli sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung lebih kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Top? Triple Top adalah pola pembalikan bearish (bearish reversal) yang terbentuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  2. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  3. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  4. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  5. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  6. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  7. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  8. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  9. Mengenal RSI: Overbought, Oversold, Divergence, Hidden Divergence, dan Support/Resistance pada RSI
  10. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna

TradingView Chart - FIRE