Update: Kamis, 30 April 2026

HAIS

PT. Hasnur Internasional Shipping Tbk.

Rp 192
-2.54%
Volume
24.806 lot
MA 5
195
MA 20
198
RSI
40.00
High
198
Low
191
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.14%
Support (10d)
190
Resistance (10d)
204
Volume Trend (10d)
-9.6%
Score
15
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-7.69 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -609 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham HAIS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp190, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp204.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 181 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, kebanyakan trader familiar dengan pola seperti Engulfing, Morning Star, atau Three White Soldiers. Namun, ada satu pola continuation yang sangat kuat namun jarang dibahas—Mat Hold (Tahanan Matras). Pola ini mungkin terlihat mirip dengan Rising/Falling Three Methods pada pandangan pertama, namun memiliki perbedaan krusial yang membuatnya lebih kuat sebagai sinyal kelanjutan tren. Nama "Mat Hold" berasal dari bentuknya yang seperti "matras"—harga seolah-olah ditahan di atas matras sebelum melanjutkan pergerakan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Mat Hold (bullish dan bearish), cara mengidentifikasinya, perbedaannya dengan pola serupa, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Mat Hold? Mat Hold adalah pola lima candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini dapat bersifat bullish (dalam uptrend)...

Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah "bahan bakar" yang menggerakkan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi di mana volume melonjak ke tingkat yang ekstrim—jauh di atas rata-rata—dan justru menandakan bahwa tren sedang kehabisan tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai Climax Volume. Climax volume adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia sering muncul di titik-titik kritis pasar: di akhir downtrend yang panjang (selling climax) atau di akhir uptrend yang panjang (buying climax). Bagi trader yang memahami konsep ini, climax volume adalah peringatan bahwa tren akan segera berbalik atau setidaknya mengalami koreksi signifikan. Karakteristik Climax Volume Climax volume adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak drastis—seringkali 3 hingga 5 kali atau lebih di atas volume...

Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar trader fokus pada pola-pola klasik seperti head and shoulders, double top, atau triangle. Namun, ada satu pola yang jarang dibahas namun cukup sering muncul di grafik saham, terutama yang bergerak dalam rentang terbatas: Chevron Pattern. Pola ini dinamai berdasarkan bentuknya yang menyerupai tanda chevron — serangkaian huruf V terbalik yang berulang. Bagi trader yang memahami pola ini, Chevron dapat menjadi alat yang andal untuk membaca pergerakan saham yang sedang konsolidasi atau bergerak dalam channel yang jelas. Karakteristik Chevron Pattern Chevron Pattern adalah pola grafik yang terdiri dari serangkaian pergerakan harga berbentuk V terbalik (atau V biasa) yang berulang secara konsisten. Pola ini mencerminkan ritme pasar yang teratur — naik lalu turun, naik lalu turun, dengan amplitudo yang relatif...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  3. Heikin Ashi – Candlestick Termodifikasi untuk Membaca Kelanjutan Tren
  4. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  5. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  6. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  7. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  8. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  9. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  10. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance

TradingView Chart - HAIS