Update: Kamis, 30 April 2026

HOME

PT. Hotel Mandarine Regency Tbk.

Rp 50
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
50
MA 20
50
RSI
100.00
High
-
Low
-
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Double Bottom sebagai pola pembalikan bullish dengan dua lembah, kita kini beralih ke versi yang lebih kuat dan lebih meyakinkan: Triple Bottom. Triple Bottom adalah saudara kembar dari Triple Top, tetapi dengan arah yang terbalik. Pola ini terbentuk di akhir tren turun dan menandakan bahwa tekanan jual sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal untuk menembus level support. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung sangat kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam dibandingkan Double Bottom. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Bottom, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Bottom? Triple Bottom adalah pola pembalikan bullish (bullish reversal)...

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham

Dalam dunia trading saham, analisis teknikal menjadi salah satu alat andalan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Di antara sekian banyak pola grafik (chart pattern), Bullish Flag adalah salah satu pola yang paling dikenal karena keandalannya dalam mengindikasikan kelanjutan tren naik. Apa Itu Bullish Flag? Bullish Flag adalah pola kelanjutan tren (continuation pattern) yang terbentuk setelah pergerakan harga yang naik tajam dan vertikal, kemudian diikuti oleh periode konsolidasi atau koreksi kecil yang membentuk saluran menurun. Bentuknya menyerupai bendera (flag) yang berkibar, dengan tiang bendera (flagpole) sebagai representasi dari pergerakan naik yang cepat. Pola ini menunjukkan bahwa meskipun harga sempat “beristirahat” atau terkoreksi sedikit, tekanan beli masih dominan dan harga kemungkinan besar akan melanjutkan tren naik setelah fase konsolidasi selesai. Karakteristik Pola Bullish Flag...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  2. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  3. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  4. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  5. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  6. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  7. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  8. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  9. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  10. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu

TradingView Chart - HOME