Update: Kamis, 30 April 2026

JTPE

PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

Rp 630
-2.33%
Volume
24.653 lot
MA 5
656
MA 20
624
RSI
48.78
High
650
Low
615
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.36%
Support (10d)
590
Resistance (10d)
685
Volume Trend (10d)
+39.5%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
6.78 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 513 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JTPE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp590, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp685.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 643 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 693 - 725 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 586 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang paling sederhana, paling populer, dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia: Moving Average (Rata-rata Bergerak). Moving Average adalah indikator yang menghaluskan data harga dengan menciptakan garis yang mengikuti pergerakan harga. Ia membantu trader melihat arah tren, mengidentifikasi level support dan resistance dinamis, serta menghasilkan sinyal beli dan jual. Namun, tidak semua moving average diciptakan sama. Ada beberapa jenis moving average dengan karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda: SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keempat jenis moving average tersebut, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, hingga strategi penggunaannya dalam trading saham. Apa Itu Moving Average?...

Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

Dalam dunia analisis teknikal saham, pola candlestick menjadi salah satu alat paling populer untuk membaca pergerakan harga. Kebanyakan trader akrab dengan pola Doji, Hammer, atau Engulfing. Namun, ada pola-pola yang lebih langka namun memiliki akurasi sinyal yang tinggi, salah satunya adalah Unique Three River. Apa Itu Unique Three River? Unique Three River adalah pola multi candlestick yang terdiri dari tiga batang lilin (candlestick) dan umumnya muncul di akhir tren turun (downtrend). Pola ini termasuk dalam kategori pola pembalikan bullish (bullish reversal pattern). Namanya terinspirasi dari formasi yang menyerupai aliran sungai yang berkelok, di mana harga seolah-olah “berhenti” lalu berbalik arah. Meskipun mirip dengan pola Morning Star atau Three Inside Up, Unique Three River memiliki karakteristik unik pada candlestick keduanya yang membedakannya dari pola lainnya....

Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish

Dalam analisis teknikal candlestick, tidak semua pola pembalikan berasal dari tren naik yang kemudian turun drastis. Salah satu pola yang paling menarik dan sering diabaikan adalah Dark Cloud Cover. Pola dua candlestick ini mendapat namanya dari metafora "awan gelap" yang menutupi langit cerah—persis seperti yang terjadi di pasar saham saat optimisme berubah menjadi pesimisme. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Dark Cloud Cover, bagaimana mengidentifikasinya, psikologi di balik pola ini, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Dark Cloud Cover? Dark Cloud Cover adalah pola pembalikan bearish (penurunan) yang terbentuk di puncak tren naik (uptrend). Pola ini terdiri dari dua candlestick dengan karakteristik spesifik: Candlestick pertama: Bullish (hijau/putih) dengan tubuh panjang. Ini menunjukkan bahwa pembeli masih mendominasi pasar. Candlestick kedua:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  2. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  3. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  4. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  5. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  6. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  7. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  8. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  9. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  10. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai

TradingView Chart - JTPE