Update: Kamis, 30 April 2026

PGAS

PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Rp 1.940
+1.04%
Volume
499.356 lot
MA 5
1.915
MA 20
1.873
RSI
74.00
High
1.940
Low
1.850
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.79%
Support (10d)
1.850
Resistance (10d)
1.970
Volume Trend (10d)
-30.5%
Score
45
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
-4.90 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (74.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -30.546 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PGAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 74.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.850, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.970.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.850, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola konsolidasi terbentuk dengan amplitudo yang semakin mengecil (menyempit) – seperti segitiga simetris, wedge, atau flag. Namun, ada satu pola yang justru sebaliknya: amplitudonya semakin melebar. Pola itu adalah Broadening Formation, yang juga dikenal sebagai Megaphone Pattern (pola corong) karena bentuknya yang menyerupai corong atau megafon yang melebar ke kanan. Broadening Formation adalah pola yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem, perbedaan pendapat yang tajam antara pembeli dan penjual, serta volatilitas yang meningkat. Pola ini cukup jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia memberikan sinyal yang unik tentang perdebatan sengit di pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Broadening Formation (Megaphone), mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Broadening Formation...

Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian

Dalam trading saham, salah satu pertanyaan paling umum yang muncul setiap pagi adalah: Di mana level support dan resistance untuk hari ini? Ada banyak cara untuk menjawab pertanyaan ini, mulai dari garis tren, moving average, hingga indikator kompleks seperti Fibonacci retracement. Namun, ada satu metode yang paling tua, paling sederhana, tetapi masih digunakan secara luas oleh trader profesional hingga saat ini: Pivot Point. Pivot Point adalah level-level yang dihitung berdasarkan data harga hari sebelumnya (high, low, close). Level-level ini berfungsi sebagai support dan resistance potensial untuk hari berikutnya. Seiring waktu, metodologi dasar ini berkembang menjadi beberapa varian, masing-masing dengan filosofi dan karakteristik unik. Apa Itu Pivot Point? Pivot Point (PP) adalah harga rata-rata dari high, low, dan close hari sebelumnya. Dari PP ini, dihitung...

The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

Dalam analisis teknikal, banyak pola reversal (pembalikan) yang terkenal seperti Double Top, Head and Shoulders, atau Triple Bottom. Namun, pola-pola tersebut seringkali membutuhkan waktu lama untuk terbentuk dan interpretasinya bisa subjektif. Joe Ross, seorang trader legendaris dan penulis buku "Trading The Ross Hook", mengembangkan pola yang jauh lebih sederhana: The 1-2-3 Pattern. Dinamakan demikian karena hanya terdiri dari tiga titik pada grafik harga, pola ini dirancang untuk mengidentifikasi momen di mana tren sedang berakhir dan akan berbalik arah. Kesederhanaannya membuat pola ini sangat populer di kalangan trader yang menginginkan sinyal reversal yang jelas dan mudah diimplementasikan. Karakteristik The 1-2-3 Pattern The 1-2-3 Pattern adalah pola reversal yang terbentuk dari tiga swing point (titik ayunan) pada grafik harga. Pola ini dapat muncul di akhir uptrend...

Artikel menarik lainnya:

  1. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  2. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  3. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  4. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  5. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  6. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  7. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  8. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  9. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  10. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart

TradingView Chart - PGAS