Update: Kamis, 30 April 2026

SSTM

PT. Sunson Textile Manufacture Tbk

Rp 655
-1.50%
Volume
2.244 lot
MA 5
650
MA 20
669
RSI
55.00
High
685
Low
620
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
6.14%
Support (10d)
620
Resistance (10d)
780
Volume Trend (10d)
-67.1%
Score
40
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
11.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -237 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SSTM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp620, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp780.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 620, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, pola gap (celah) seringkali menjadi area yang penuh makna. Ketika sebuah gap muncul, ia menceritakan sebuah cerita tentang sentimen pasar yang kuat. Namun, bagaimana jika gap tersebut "dijembatani" oleh candlestick berikutnya? Pola itulah yang dikenal sebagai Tasuki Gap. Nama "Tasuki" berasal dari bahasa Jepang yang berarti "tali pengikat" atau "pita penghubung". Sesuai namanya, pola ini menggambarkan bagaimana sebuah candlestick "menjembatani" gap yang terbentuk sebelumnya, menegaskan bahwa tren akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Tasuki Gap (Up dan Down), cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Tasuki Gap? Tasuki Gap adalah pola tiga candlestick yang menandakan kelanjutan tren (continuation). Pola ini terbentuk ketika sebuah gap (celah) muncul di antara...

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Artikel menarik lainnya:

  1. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  2. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  3. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  4. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  5. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  6. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  7. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  8. Chevron Pattern: Pola V Terbalik Berulang yang Jarang Dibahas
  9. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar
  10. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya

TradingView Chart - SSTM