Update: Kamis, 30 April 2026

WINS

PT. Wintermar Offshore Marine Tbk.

Rp 570
+4.59%
Volume
59.751 lot
MA 5
531
MA 20
514
RSI
85.85
High
580
Low
555
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.97%
Support (10d)
500
Resistance (10d)
580
Volume Trend (10d)
+53.7%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
12.87 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (85.9) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.502 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WINS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 85.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.97%. Area support terdekat berada di sekitar Rp500, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp580.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 570 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 656 - 713 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 542 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin terlihat rumit pada pandangan pertama – banyak garis, warna-warni, dan area seperti awan. Indikator itu adalah Ichimoku Kinko Hyo, atau yang lebih dikenal sebagai Ichimoku Cloud. Ichimoku dikembangkan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang, pada akhir tahun 1930-an. Nama "Ichimoku Kinko Hyo" secara harfiah berarti "grafik keseimbangan satu pandang" – artinya, dengan satu pandangan (sekali lihat), seorang trader seharusnya sudah bisa menilai apakah suatu saham layak dibeli, dijual, atau dihindari. Meskipun terlihat kompleks, Ichimoku sebenarnya adalah sistem indikator yang sangat terstruktur. Ia menggabungkan beberapa elemen analisis teknikal ke dalam satu tampilan: moving average, support/resistance, momentum, dan trailing stop. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ichimoku Kinko Hyo, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, interpretasi awan...

High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick sering kali menjadi cerminan langsung dari psikologi pasar. Salah satu pola yang paling menarik dan sarat makna adalah High Wave. Pola ini sangat mirip dengan Rickshaw Man, namun memiliki perbedaan fundamental: pada High Wave, badan candlestick (real body) masih terlihat jelas, meskipun tetap pendek, sementara sumbu atas dan bawahnya memanjang secara signifikan. High Wave menggambarkan pergulatan epik antara pembeli dan penjual dalam satu periode perdagangan, tanpa menghasilkan pemenang yang jelas. Karakteristik Utama Pola High Wave Agar sebuah candlestick dapat diklasifikasikan sebagai High Wave, ia harus memenuhi kriteria berikut: Sumbu Atas dan Bawah yang Panjang: Kedua sumbu (bayangan) memiliki panjang yang jauh melebihi panjang badan candlestick. Semakin panjang sumbu relatif terhadap badan, semakin kuat sinyalnya. Badan Candlestick Pendek: Berbeda...

Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola konsolidasi terbentuk dengan amplitudo yang semakin mengecil (menyempit) – seperti segitiga simetris, wedge, atau flag. Namun, ada satu pola yang justru sebaliknya: amplitudonya semakin melebar. Pola itu adalah Broadening Formation, yang juga dikenal sebagai Megaphone Pattern (pola corong) karena bentuknya yang menyerupai corong atau megafon yang melebar ke kanan. Broadening Formation adalah pola yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem, perbedaan pendapat yang tajam antara pembeli dan penjual, serta volatilitas yang meningkat. Pola ini cukup jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia memberikan sinyal yang unik tentang perdebatan sengit di pasar. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Broadening Formation (Megaphone), mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Broadening Formation...

Artikel menarik lainnya:

  1. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  2. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  3. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  4. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  5. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  6. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  7. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  8. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  9. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  10. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah

TradingView Chart - WINS