Update: Kamis, 30 April 2026

TMPO

PT. Tempo Intimedia Tbk.

Rp 128
-2.29%
Volume
285.288 lot
MA 5
131
MA 20
131
RSI
50.00
High
152
Low
125
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.81%
Support (10d)
125
Resistance (10d)
152
Volume Trend (10d)
+134.5%
Score
45
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
0.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TMPO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp125, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp152.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 125, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator dirancang untuk mengikuti harga atau mengukur momentum setelah pergerakan terjadi. Namun, ada satu indikator yang unik karena ia mengukur berapa lama harga telah mencapai titik tertinggi atau terendah dalam periode tertentu. Indikator itu adalah Aroon. Aroon dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1995. Nama "Aroon" berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "fajar" atau "awal dari sesuatu". Nama ini dipilih karena indikator ini dirancang untuk mendeteksi awal dari sebuah tren baru – seperti fajar yang menandai awal dari hari baru. Aroon berbeda dari indikator lain karena ia tidak menggunakan harga penutupan (close) secara langsung. Ia hanya menghitung berapa lama sejak harga mencapai titik tertinggi (high) dan titik terendah (low) dalam periode tertentu. Semakin baru titik ekstrem tersebut, semakin...

Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory

Dalam analisis teknikal saham, ada sebuah teori yang cukup terkenal dan telah digunakan selama hampir satu abad untuk memahami pergerakan harga: Elliott Wave Theory. Di jantung teori ini terdapat konsep tentang Impulse Wave – lima gelombang yang bergerak searah dengan tren utama. Impulse Wave adalah fondasi dari semua pergerakan harga. Memahami struktur lima gelombang ini akan membantu Anda mengenali kapan pasar sedang dalam fase tren yang sehat, di mana titik entry yang baik, dan di mana kemungkinan pembalikan akan terjadi. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Impulse Wave (gelombang 1, 2, 3, 4, dan 5), mulai dari karakteristik setiap gelombang, aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar, psikologi di baliknya, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Impulse Wave? Dalam Elliott Wave Theory, pergerakan harga...

Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari berbagai pola segitiga, kini saatnya mengenal pola yang bentuknya mirip tetapi memiliki implikasi yang sangat berbeda: Rising Wedge atau Wedge Naik. Rising Wedge adalah salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula. Secara visual, pola ini terlihat bullish karena garis-garisnya miring ke atas. Namun, dalam konteks tertentu, Rising Wedge justru merupakan pola bearish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren turun akan berlanjut. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Rising Wedge? Rising Wedge adalah pola konsolidasi yang terbentuk ketika harga bergerak di antara dua garis trendline yang sama-sama miring ke atas,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  2. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  3. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  4. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  5. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  6. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  7. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  8. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  9. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  10. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

TradingView Chart - TMPO