Update: Kamis, 30 April 2026

ESSA

PT. ESSA Industries Indonesia Tbk.

Rp 870
-8.90%
Volume
2.975.849 lot
MA 5
938
MA 20
812
RSI
65.22
High
960
Low
850
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.15%
Support (10d)
755
Resistance (10d)
995
Volume Trend (10d)
+80.6%
Score
90
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
15.23 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 18.052 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ESSA saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp755, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp995.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 870 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.001 - 1.088 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 827 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari pola Gartley dan Bat, kini saatnya mengenal pola harmonic yang ketiga: pola Butterfly atau pola Kupu-Kupu. Pola Butterfly ditemukan dan dipopulerkan oleh Bryce Gilmore dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Larry Pesavento dan Scott Carney. Pola ini dinamakan "Butterfly" (kupu-kupu) karena bentuknya yang simetris menyerupai sayap kupu-kupu yang terbentang. Yang membedakan Butterfly dari pola harmonic lainnya adalah posisi titik D yang sangat ekstrem – berada di luar titik X (bukan di antara X dan A seperti pada Gartley dan Bat). Titik D pada pola Butterfly berada di level 127.2% dari XA, artinya harga bergerak melampaui titik awal pola. Inilah yang membuat pola ini sangat menarik sekaligus berisiko. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Butterfly (baik bullish...

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

Di era digital dengan chart berwarna-warni dan puluhan indikator, ada satu metode analisis teknikal yang terlihat "kuno" namun tetap digunakan oleh trader profesional hingga hari ini. Metode ini tidak menggunakan candlestick, tidak memiliki sumbu waktu, dan hanya terdiri dari dua huruf: X dan O. Metode itu adalah Point and Figure (P&F) Chart. Dikembangkan pada akhir abad ke-19, Point and Figure adalah salah satu metode analisis teknikal tertua yang masih relevan. Ia digunakan oleh trader legendaris seperti Charles Dow (pendiri Dow Jones) dan Jesse Livermore (trader terhebat sepanjang masa). Bahkan hingga saat ini, banyak hedge fund dan trader institusional masih mengandalkan P&F untuk mengidentifikasi level supply dan demand murni. Apa Itu Point and Figure Chart? Point and Figure Chart adalah jenis chart yang hanya mencatat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  2. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  3. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  4. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  5. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  6. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  7. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  8. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  9. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  10. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

TradingView Chart - ESSA