Update: Kamis, 30 April 2026

KLBF

PT. Kalbe Farma Tbk.

Rp 865
-1.14%
Volume
553.521 lot
MA 5
875
MA 20
941
RSI
14.71
High
890
Low
860
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.41%
Support (10d)
860
Resistance (10d)
980
Volume Trend (10d)
+66.4%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-13.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (14.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -29.567 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KLBF saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 14.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.41%. Area support terdekat berada di sekitar Rp860, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp980.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 817 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis

Dalam analisis teknikal saham, ada pola yang bentuknya begitu unik dan dramatis sehingga dinamakan seperti sebuah fenomena geografis. Pola itu adalah Island Reversal – atau pola "Pulau Terpencil". Island Reversal adalah salah satu pola pembalikan (reversal pattern) yang paling langka namun paling mudah dikenali. Pola ini terbentuk ketika sekelompok candlestick "terisolasi" dari pergerakan harga di sekitarnya oleh dua celah harga (gap) – satu gap masuk dan satu gap keluar – sehingga membentuk seperti sebuah pulau yang berdiri sendiri. Pola ini menandakan perubahan sentimen pasar yang sangat drastis dan tiba-tiba. Ketika terbentuk, Island Reversal sering kali diikuti oleh pergerakan harga yang cepat dan signifikan ke arah yang berlawanan. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Island Reversal, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi...

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal

Dalam analisis teknikal, salah satu tantangan terbesar adalah menyatukan berbagai indikator yang kadang memberikan sinyal berbeda. Sebuah saham mungkin menunjukkan RSI overbought, tetapi MACD masih bullish, dan moving average masih naik. Mana yang harus Anda percaya? Chande Trend Meter (CTM) , yang dikembangkan oleh Tushar Chande (tokoh di balik indikator Chande Momentum Oscillator dan Qstick), adalah solusi untuk masalah ini. CTM menggabungkan beberapa indikator teknikal dalam berbagai time frame menjadi satu skor tunggal antara 0 hingga 100. Hasilnya adalah ukuran yang mudah dipahami tentang seberapa kuat tren suatu saham — tanpa harus menafsirkan puluhan indikator secara terpisah. Bagi trader yang ingin menyederhanakan proses analisis tanpa kehilangan kedalaman informasi, Chande Trend Meter adalah alat yang sangat berharga. Karakteristik Chande Trend Meter Chande Trend Meter adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  2. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  3. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  4. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  5. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  6. Stalled Pattern: Pola Tiga Candlestick Peringatan Dini Harga Akan Terjun Bebas
  7. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  8. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  9. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  10. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan

TradingView Chart - KLBF