Update: Kamis, 30 April 2026

MAXI

PT. Maxindo Karya Anugerah Tbk.

Rp 51
-5.56%
Volume
3.637.691 lot
MA 5
55
MA 20
52
RSI
51.16
High
54
Low
50
Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.50%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
71
Volume Trend (10d)
+131,439.6%
Score
90
Win Rate (30d)
10 %
P/L (30d)
2.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.508 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAXI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp71.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 51 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 59 - 64 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 48 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel Teknikal Analisis

Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang paling sederhana, paling populer, dan paling sering digunakan oleh trader di seluruh dunia: Moving Average (Rata-rata Bergerak). Moving Average adalah indikator yang menghaluskan data harga dengan menciptakan garis yang mengikuti pergerakan harga. Ia membantu trader melihat arah tren, mengidentifikasi level support dan resistance dinamis, serta menghasilkan sinyal beli dan jual. Namun, tidak semua moving average diciptakan sama. Ada beberapa jenis moving average dengan karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda: SMA (Simple Moving Average), EMA (Exponential Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan HMA (Hull Moving Average). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang keempat jenis moving average tersebut, mulai dari cara perhitungan, karakteristik, kelebihan dan kekurangan, hingga strategi penggunaannya dalam trading saham. Apa Itu Moving Average?...

Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas

Dalam analisis teknikal candlestick, Steve Nison adalah tokoh yang memperkenalkan seni membaca candlestick Jepang ke dunia Barat. Salah satu kontribusinya yang paling penting adalah klasifikasi tentang gap (celah harga). Selain tiga jenis gap utama yang dikenal secara luas—Breakaway Gap, Runaway Gap, dan Exhaustion Gap—Nison juga mengidentifikasi beberapa pola gap tambahan yang memiliki karakteristik dan implikasi tersendiri. Artikel ini akan membahas tiga jenis gap tambahan dari perspektif Steve Nison: Side-by-Side Gap, Up Gap Tasuki, dan Down Gap Tasuki. Ketiga pola ini sering luput dari perhatian trader pemula, padahal dapat menjadi sinyal yang sangat berguna untuk mengonfirmasi tren atau mengidentifikasi potensi pembalikan. Mengapa Gap Itu Penting? Sebelum membahas ketiga pola tambahan, mari kita pahami mengapa gap begitu penting dalam analisis candlestick. Gap terjadi ketika harga pembukaan...

Stick Sandwich: Pola Roti Lapis yang Menandakan Pembalikan Harga

Dalam dunia analisis teknikal candlestick, sebagian besar pola dua candlestick hanya melibatkan... ya, dua candlestick. Namun, ada satu pola unik yang namanya merujuk pada tiga candlestick tetapi tetap dikategorikan sebagai pola dua candlestick karena esensi perbandingannya antara candle pertama dan ketiga. Pola itu adalah Stick Sandwich. Pola ini mendapat namanya dari bentuknya yang menyerupai roti lapis (sandwich)—dua candlestick di "luar" memiliki warna yang sama, sementara candlestick di "tengah" memiliki warna berlawanan, seperti isi sandwich. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Stick Sandwich, cara mengidentifikasinya, psikologi di baliknya, serta strategi trading yang bisa Anda terapkan. Apa Itu Stick Sandwich? Stick Sandwich adalah pola reversal (pembalikan) yang terdiri dari tiga candlestick, tetapi secara konsep termasuk dalam pembahasan pola dua candlestick karena fokus utamanya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  2. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  3. Modified Schiff Pitchfork – Penyempurnaan Garpu untuk Pergerakan yang Lebih Kompleks
  4. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  5. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  6. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  7. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  8. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  9. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  10. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga

TradingView Chart - MAXI